Fenomena Lionel Messi

Kolom Olahraga KOMPAS tgl 22 Maret 2012, oleh: Anton Sanjaya

Tidak diragukan lagi, Lionel Messi adalah pemain sepakbola paling memesona saat ini. Nyaris setiap pekan, pemuda Argentina yang dibesarkan klub Barcelona itu menjadi berita utama di halaman depan surat kabar. Tengah pekan ini, ia kembali menjadi judul utama koran Spanyol setelah memecahkan rekor gol Cesar Rodriguez di Barcelona yang sudah bertahan 57 tahun. Tiga golnya ke gawang Granada membuat Messi mencatat gol ke-234 untu “El Blaugrana”, melampaui catatan 232 gol Rodriguez lebih dari setengah abad lalu.

Pusat dokumentasi klub Barcelona dan harian La Vanguardia mencatat, rekor Rodriguez yang dipecahkan Messi hanya untuk laga resmi, tidak termasuk laga persahabatan. Sementara rekor untuk laga resmi plus persahabatan masih dipegang Paulino Alcantara yang mencetak 369 gol dalam 357 penampilan.

Sepekan sebelum hattrick ke gawang Granada, Messi menghibur dunia lewat aksi-aksinya ke gawang Bayer Leverkusen di pentas paling elite Liga Champions. Lima gol Messi tidak hanya mengubur Leverkusen, tetapi juga mencibir sejumlah tokoh penting, sebut saja Pele, Cristiano Ronaldo, dan Jose Mourinho yang selama ini seakan tidak pernah secara “gentleman” mengakui prestasinya.

Kecuali gelar juara dunia bersama Argentina, pada usia 24 tahun Messi praktis telah mencapai semua yang diimpikan pemain sepakbola. Sejak bergabung dalam starting XI Barca, pada tahun 2004 dia telah memenangkan tiga gelar Liga Champions Eropa. Dia juga memenangkan 5 gelar La Liga, 2 gelar Piala Super UEFA, dan 2 gelar Piala Dunia Antarklub FIFA. Pada periode itu pula, tidak ada satu klub pun yang mampu mengimbangi pencapaian Barca.

Benar, kalangan yang sinis terhadap pencapaian Messi suka berkomentar bahwa dia bergabung dalam tim paling hebat di muka bumi, Barcelona. Delapan pemain klub kebanggaan Catalunya ini menjadi pilar Spanyol ketika Spanyol merebut juara dunia tahun 2010. Namun, siapa yang bisa mendekati raihan Messi yang musim ini mencetak 54 gol di semua kompetisi bagi Barca? Oleh karena itu, tiga tahun berturut-turut menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, yang merupakan penghargaan tertinggi individual, sebenarnya merupakan pengakuan dunia atas kinerja Messi yang memukau.

Selain bergabung dengan tim paling hebat, apa sebenarnya kelebihan Messi dibandingkan dengan bintang lainnya di lapangan hijau?

Sebagai pencetak gol, statistik Messi sudah menjelaskan semuanya. Yang membuatnya unik adalah caranya yang selalu penuh gaya. Messi bisa meliuk-liuk diantara empat sampai lima pemain lawan sebelum menaklukan kiper dengan sentuhan cantik atau lob brilian. Sebagai gelandang serang, Messi punya catatan sangat mengesankan dalam memberikan assist. Pada penampilannya yang ke-295 beberapa bulan lalu, dia mencetak 76 assist. Dia bisa mengumpan tipis diantara kaki-kaki lawan atau mengumpan bola melesat di atas kepala lawan. Meski dikerubuti lawan, Messi tetap sanggup melepaskan assist akurat, seakan dia punya mata di belakang kepalanya.

Sejumlah peneliti di Jerman dan Belanda baru-baru ini merilis sebuah studi yang diberi judul “Visual Span and Change Detection in Soccer; an Expertise Study”. Kajian ini tampaknya memang untuk mengungkapkan fenomena Messi yang dianggap punya sejumlah kelebihan bawaan sejak lahir ketimbang bintang lainnya. Menurut Profesor Nobert Hagemann dari Universitas Kassel, Jerman, yang ikut dalam studi tersebut, penelitian ini menekankan pada kemampuan pemain untuk mendeteksi kehadiran lawan dan membuat keputusan secepat mungkin. Pemain seperti Messi mampu mendeteksi keberadaan dan gerakan lawan lebih banyak ketimbang pemain lainnya. Dia lebih cepat memutuskan tindakan ketimbang pesaingnya.

Dalam terminologi Hagemnann, Messi punya jangkauan visual yang lebih lebar yang memungkinkannya melihat sudut-sudut lapangan jauh lebih jelas ketimbang pemain lain. Kemampuan ini membuatnya mampu mendeteksi lawan secara lebih akurat, baik pergerakan maupun posisinya. Dengan kemampuan teknis diatas rata-rata pemain lain, Messi terlihat sangat superior dalam memprediksi gerakan lawan sehingga dia mampu memutuskan segalanya dengan lebih akurat. Dalam bahasa Hagemann, kemampuan Messi itu dikategorikan sebagai expert intuition.

“Jika pemain terbaik di dunia sudah mengetahui apa yang akan terjadi sepersekian detik di depannya, dia pun akan tahu ke mana perhatian akan diarahkan. Pemain seperti Messi bukan hanya sangat luar biasa dalam kemampuan motorik, melainkan juga sangat hebat dalam pengambilan keputusan,” kata Hagemann.

Beberapa kali Messi membuktikan kebenaran studi Hagemann cs. Aksi-aksinya dalam mencetak gol atau membuat assist, seperti saat jumpa Leverkusen, menunjukkan betapa piawainya pemain kelahiran Rosario, 24 Juni 1987, itu.

Misalnya, ketika dia menggiring bola secara diagonal dari sayap kanan menuju kotak penalti, empat pemain Leverkusen berusaha menutup ruang tembak di kotak penalti. Namun, begitu keempat pemain bergerak, Messi langsung mengeksekusi dengan tembakan akurat ke pojok bawah gawang Leverkusen dan bahkan tanpa ada reaksi dari kiper Bernd Leno.

“Saya melihat Messi dan dia melakukan hal-hal menakjubkan seperti itu tiga atau empat kali dalam satu laga. Sesuatu yang tidak pernah saya lakukan di sepanjang karier saya,” ujar Gary Lineker, salah satu striker legendaris Inggris.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s