Johan Cryuff: Sepakbola Itu “Tiki-taka”

Artikel KOMPAS 8 Okt 2013 halaman 30

Gaya sepakbola indah tiki-taka mungkin tak pernah ada tanpa Rinus Michels. Sebagai salah satu anak didik, Johan Cryuff menyempurnakan filosofi “sepakbola total” milik sang mentor dengan penguasaan bola yang maksimal. Ia lalu mengimbuhi gaya umpan satu-dua sentuhan yang dipakai Ajax, Barcelona, tim nasional Spanyol, dan kini Bayern Muenchen.

“Orang yang menyukai sepakbola pasti senang dengan gaya bermain Barcelona. Kualitas teknik adalah standar tertinggi dan para pemain Barca punya itu,” ungkap Cruyff di sela bermain golf untuk mempromosikan kegiatan amal Yayasan Cruyff.

Para pemain terbaik di mata Cruyff adalah pemain yang dengan cepat mengubah karakter bermain dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Dalam sistem tiki-taka, penyerang adalah orang pertama yang menjadi bek saat tim kehilangan bola.

Posisi rekan satu tim mesti berdekatan agar dapat secepatnya merebut bola saat sang partner gagal. “Itu membuat Anda sedikit berlari. Anda tidak perlu terlalu banyak berlari jika mampu menguasai bola selama mungkin lewat umpan dari kaki ke kaki. Kemampuan menguasai bola sangat krusial karena siapa yang memegang bola, dialah yang akan mencetak gol,” tutur Cruyff.

Sistem permainan itu ia terapkan saat pertama kali menangani Barca pada tahun 1988. Ketika Cruyff datang, kondisi Barca sedang terpuruk. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk menanamkan gaya tiki-taka.

“Saya beruntung pernah bermain untuk Barca sehingga saya hafal betul mental dan jalan pikiran anak-anak Catalan,” kata eks andalan tim “Oranye” itu. Apa yang ditanamkan Cruyff 25 tahun lalu bertransformasi pada permainan Bayern Muenchen saat menang 3-1 atas Manchester City di fase penyisihan Liga Champions pekan lalu.

Tim asuhan Pep Guardiola itu nyaris sempurna memainkan tiki-taka. Phillip Lahm dan kawan-kawan konstan menekan lawan, serta tak membiarkan lawan menguasai bola terlalu lama. Guardiola mengakui, Cruyff lah yang menginspirasinya tetap mengusung tiki-taka. Ya sepakbola itu tiki-taka dan filosofi Cruyff pun tak lekang oleh waktu. (ESPN/RIZ)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s